Memulai Lagi

Serasa sudah sangat jauh, terlalu jauh malah.. lalu bertanya pada diri, "hey, kemana saja selama ini?", "ngapain saja?"

Pernah kedistract games. Di usia ini main games? Iya, awalnya mencari penghiburan sat sakit atau kala mood sedang turun atau saat lelah. Namun malah keterusan. Gamesnya sederhana, cuma nyusun makanan sesuai ...hmm saya lupa lagi gamesnya seperti apa, hanya ingat bahwa games itu berisi makanan trus di susun dan..oh oke, saya lupa, padahal baru di hapus sekian hari yang lalu.

Gamesnya memang sederhana dan tidak neko-neko alias ribet, tapi saat mengevaluasi diri kok terasa menghabiskan waktu. Bahkan meski mainnya cuma 10 menit pun terasa waktunya kok jadi terbuang, 10 menit waktu yang bisa digunakan untuk baca buku atau nulis atau melakukan hal lain semisal belajar membuat sesuatu, ini malah digunakan untuk sesuatu yang setelah diingat-ingat, "faedahnya apa?" Tidak ada sama sekali. 

Jadi rileks? Tidak
Menambah pengetahuan? Tidak
Iya sih ada terpikir tentang strategi sebagai hikmah dari memainkan game, tapi harusnya setelah itu langsung disudahi. Karena bukannya jadi nyusun dan mengaplikasikan strategi hidup yang diambil sebagai ibrah dari memainkan games, eh ini malah main lagi dan lagi. Hingga si 10 menit yang tadinya dianggarkan buat main game berubah jadi ..sepertinya sampai 2 jam an saat ditotalkan. Astaghfirullohal 'adziim, padahal sangat berharganya waktu hingga digambarkan khusus dalam satu surat dengan nama suratnya pun jika diterjemahkan, "demi waktu" pasti karena ada maksud khusus untuk tidak dihabiskan dalam kesia-siaan. Sesuatu yang tidak menjadi maslahat saat dilakukan sama artinya dengan mengerjakan sesuatu yang sia-sia. Padahal keseluruhan hidup seorang muslim itu bernilai ibadah. Tentu saja jika dilakukan sesuai kriteriaNya.

Wal 'ashri, demi waktu. Innal insaana lafii khushrin. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian.. merasa diingatkan dengan sangat halus namun terasa nyelekit saat membaca ayat ini. 

Distraksi lainnya adalah terlalu memikirkan hal-hal yang tidak seharusnya dipikirkan. Banyak scrolling yang tidak menambah wawasan apalagi keimanan, astaghfirullohal 'adziim.

WELL, BANGUNLAH WAHAI DIRI!!

Tasikmalaya, 21 Juni 2025


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengantar

Pidato Perpisahan Kelas 6 SDIT Mathla'ul Falah