Surah Ali Imran :130
Saya berada di ayat 130 surat Ali Imran yang artinya, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan." (Terjemah surat Ali Imran ayat 130).
Bab Riba akhir-akhir ini kembali ramai di bahas, ramai pula orang yang berusaha kembali pada syariat Allah yang mengharamkan riba dan ramai juga yang mulai merasa terbiasa dengan riba hingga akhirnya tak lagi merasa itu perbuatan dosa.
Apa kabar diriku?
Sebelum bertanya pada diri ada baiknya memberi keyakinan pada diri sendiri tentang haramnya riba agar jangan sampai terjerumus disana lalu menganggap, "ah da lamun teu kieu mah moal sukses." Yang akhirnya melupakan karunia Allah yang tidak terbatas.
Duhai diriku..
Imam adz-Dzahabi dalam kitab Al-Kabaair menempatkan perbuatan memakan harta riba sebagai dosa terbesar ke-12 menurut ajaran Islam.
Hey, ada di urutan ke -12 bukan berarti dosa riba menjadi seolah . Riba itu salah satu dosa terbesar yang hukumannya tlah Allah siapkan di dunia dan akhirat.
Pada ayat lain, yakni surah al-Baqarah: 125, Allah memberikan perumpamaan bagi pelaku riba. "Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu adalah disebabkan mereka berkata, sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba."
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Riba itu memiliki 70 pintu. Yang paling ringan adalah seperti seseorang yang menikahi ibunya sendiri. Sedangkan yang berat adalah seseorang yang senantiasa merusak kehormatan saudara Muslimnya."
Dalam riwayat Anas disebutkan, Rasulullah SAW pernah bersabda, "Satu dirham yang didapat oleh seseorang dari hasil riba itu lebih berat daripada berzina sebanyak 36 kali, dalam pandangan Islam.'
Dalam riwayat Abu Sa'id al-Khudri, diungkapkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Ketika diisra'kan, aku (Nabi SAW) bertemu dengan suatu kaum yang perut mereka membusung. Setiap dari mereka perutnya seperti rumah yang sangat besar. Mereka dibuat miring lantaran perut mereka tersebut, serta menumpuk di jalan yang dilalui keluarga Firaun. Sementara keluarga Firaun didatangkan ke neraka pada pagi dan sore hari. Keluarga Firaun datang dengan keadaan seperti unta yang kalah, tidak mendengar, dan tidak berpikir.
Apabila para pemilik perut yang besar tadi merasakan kedatangan Firaun, mereka pun mencoba berdiri. Namun, perut mereka membuat mereka miring sehingga tidak bisa menyingkir dan mereka pun terinjak-injak oleh keluarga Firaun saat mereka datang dan kembali.
Yang demikian itu adalah azab mereka di alam barzakh, antara alam dunia dan akhirat. Lantas, aku bertanya kepada Jibril. 'Wahai Jibril, siapa mereka itu?'
Jibril menjawab, 'Mereka adalah orang-orang yang memakan riba. Mereka tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.'"
Yusuf Al Qaradhawi dalam bukunya, Haruskah Hidup dengan Riba? (terjemahan Gema Insani Press, 1991) menerangkan, sistem riba adalah buruk bahkan dari segi ekonomi murni.Sampai-sampai, banyak pakar ekonomi dari Barat mengungkapkan banyak cacat dari sistem ribawi.
Trus ari Riba teh apa?
Jika ditelisik secara bahasa mengenai pengertian riba, kata riba itu sendiri berarti ziyadah, yaitu tambahan, seperti yang dikatakan dalam ungkapan Arab “raba as-syai-u idza zaada” yang artinya “sesuatu mengalami riba, maksudnya mengalami pertambahan”.
Dari kata riba itu sendiri, dapat didefinisikan bahwa riba adalah pengambilan tambahan, baik dalam transaksi jual-beli maupun hutang piutang secara batil atau bertentangan dengan prinsip muamalat dalam Islam.Dalam istilah linguistik, riba berarti tumbuh dan membesar. Akan tetapi, tidak semua tambahan adalah riba. Seperti pengertian zakat dalam bahasa juga dapat
diartikan sebagai an-namuw wa az-ziyadah (bertambah dan berkembang), jika diucapkan zaka al-zar, berarti tanaman itu tumbuh dan bertambah.
Dalam ayat lain disebutkan, "Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barangsiapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barangsiapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 275)
“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa.” (QS Al Baqarah : 276)
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang beriman.” (QS. Al-Baqarah: 278)
“Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan RasulNya akan memerangimu. Dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS. Al-Baqarah: 279)
Balananjeur, Jum'at, 29 Oktober 2021
Catatan : dari berbagai sumber
Komentar
Posting Komentar